Selasa, 15 Desember 2009

semangat dari seorang teman

satu waktu aku bersedih, ada teman yang berikan rangkaian kalimat...

Bila hari ini,
Mendung hati pekat menyelimutimu
Terimalah apa adanya

Karena rembang pagi suka citamu segera tiba
Segala citamu akan terjawab
Dan kau akan tertawa sepanjang masa

-A friend loves at all times, and a brother is born for adversity-

Label:

Jumat, 04 Desember 2009

Tong Sampah Terbaik di Hidupku

Bulan Desember telah tiba. Suatu pertanda tahun ini juga akan berakhir, dan berganti dengan tahun yang baru. Kuingat beberapa tahun yang lalu, dimana masa remaja telah membentukku menjadi seperti sekarang ini. Masa-masa remaja, yang kata orang merupakan masa yang labil, telah kubuat menjadi kehidupan yang penuh prinsip.

Kembali kuingat bahwa pada masa itu aku tidak ingin pacaran. Menurutku pacaran pada masa remaja akan membuang masa remajaku. Masa remajaku harus diisi dengan banyak teman dan sahabat. Dengan pacaran, menurutku, aku akan merasa terbatas dalam bergaul dengan teman-temanku. Hal kedua yang kuingat adalah keinginanku menjadi 'tong sampah'. Tong sampah mempunyai fungsi sebagai tempat untuk membuang hal-hal yang sudah tidak berguna. Aku ingin menjadi 'tong sampah' bagi orang-orang disekitarku. Aku ingin orang-orang disekitarku membuang hal-hal yang 'sebenarnya' tidak mereka perlukan kepadaku. Aku ingin menjadi pendengar yang baik bagi mereka, yang selalu mendengar keluh kesah dan beban mereka dan mereka akan kembali lega setelah membuang apa yang mereka tidak perlukan dalam hidup mereka. Dalam hidup ini, banyak orang berbicara (dengan sangat baik sekali) tetapi sangat sedikit orang yang mendengar dengan baik. Menjadi pendengar yang baik bukanlah sesuatu yang mudah, karena orang selalu ingin didengar, bukan mendengar.

Dalam bulan-bulan yang lalu, setiap orang yang lalu lalang dalam hidupku membuat hatiku sedikit goyang. 'Tong sampah' yang kuimpikan dulu dalam hidupku kembali diuji. Apakah aku masih dapat berperan seperti itu? Menjadi seorang pendengar yang baik, dan yang membantu orang sekitarnya dalam menjalani apa yang terjadi sehingga menjadi kembali kuat dan segar? Beberapa kali aku selalu merasa sedih, karena si 'pembuang sampah' tidak akan memerlukan tong sampah jika sedang tidak punya hal yang kotor, yang mereka akan buang. Meskipun tidak mudah, tetapi aku yakin bahwa ada "Tong Sampah' terbaik yang berada di belakangku, yang selalu ada buat menampung tong sampah kecil ini apabila sudah penuh.

Label:

Minggu, 29 November 2009

cerita om Tim

Aku punya cerita. Cerita tentang seorang pria muda yang kupanggil om Tim. Perkenalan dengan om Tim bermula saat aku berada di suatu taman kota di jalan terkenal kota ini. Seorang pria muda tiba-tiba mendekatiku saat aku tengah sendiri menikmati dinginnya malam itu. Tak lama berselang, obrolan kami kian akrab layaknya seorang sahabat lama yang bertemu kembali.

Ada satu cerita om Tim yang masih ku ingat sampai sekarang.

Suatu pagi yang cerah, om Tim sedang berjalan-jalan di keramaian kota. Tiba-tiba terdengar suara minta tolong. Ternyata ada satu wanita yang dicopet. Dengan sigapnya, om Tim mengejar si copet itu. Memasuki gang sempit, si copet merasa terdesak dan melepaskan dompet yang ada di genggamannya. Segera om Tim mengambil dompet itu sementara si copet segera kabur tanpa jejak. Menyusul dibelakang om Tim, wanita tersebut bersama dengan warga datang menghampiri om Tim. Om Tim menyerahkan dompet yang telah dipungutnya ke wanita tersebut. Tetapi apa yang terjadi sangat tidak diduga sebelumnya, warga yang berdatangan malah menuduh om Tim sebagai pencopet. Meskipun telah berusaha menerangkan duduk kejadian dan membela diri, namun tetap saja warga membawa om Tim ke kantor polisi. Di kantor polisi, om Tim diperiksa sebagai tuduhan atas pencopetan, tetapi om Tim tetap membela diri atas tuduhan yang tidak pernah dia lakukan. Untungnya, sang wanita yang dicopet kemudian menerangkan duduk permasalahan dan melihat wajah sang pencopet, yang berbeda sama sekali dengan om Tim. Terbebaslah om Tim dari tuduhan yang dilimpahkan padanya.

Beberapa bulan yang lalu, om Tim akhirnya bertunangan dengan seorang gadis yang telah menjadi pacarnya selama dua tahun. Gadis tersebut berasal dari keluarga yang terpandang di kota ini. Tanggal pernikahan pun telah ditetapkan oleh kedua belah pihak keluarga. Dua minggu sebelum pernikahan, pihak keluarga tunangan om Tim mengetahui kalau om Tim pernah dipenjara karena terlibat urusan kepolisian atas tuduhan pencopetan. Merasa kejadian tersebut dapat mencoreng reputasi keluarga sang gadis, secara sepihak, keluarga sang gadis membatalkan acara pernikahan mereka. Meskipun om Tim telah menjelaskan kejadian yang sebenarnya, tetapi keluarga sang gadis tetap tidak mau terima atas apa yang telah terjadi dan tetap membatalkan acara pernikahannya. Kemudian, sang gadis dijodohkan dengan pria lain. Dan hari itu merupakan hari pernikahan sang gadis bersama pria lain pilihan keluarga sang gadis tersebut..


Bahkan ketika kita telah mendapat buku untuk dibaca dan pensil untuk menulis; kita tetap akan lebih percaya atas omongan manusia yang tidak beralasan.

Label:

Jumat, 13 November 2009

cerita Moti

Aku punya cerita. Cerita tentang seorang bocah kecil berumur 4 tahun bernama Moti. Moti selalu ditinggal kedua orang tuanya bekerja sepanjang hari, tetapi dia tak pernah merasa sepi. Sepanjang hari dia selalu bermain di halaman rumahnya.

Pada suatu hari Moti melihat tante Sinta, tetangganya sedang duduk menangis di teras rumahnya. Memang, sudah beberapa hari ini Moti tidak melihat om Roy, tunangan tante Sinta, datang mengunjunginya. Tampaknya sedang ada permasalahan diantara mereka. Lalu Moti datang mendekati tante Sinta dan bertanya mengapa tante Sinta menangis. Segera tante Sinta menghapus air matanya. Merasa bingung akan keadaan tante Sinta, Moti segera menghibur tante Sinta. Sang tante yang tadinya bersedih, tampak terhibur dengan kedatangan bocah kecil ini. Dan dengan segera keduanya tampak begitu akrab.

Dalam beberapa hari ini, Moti dan tante sinta sering bersama meluangkan waktu. Tante Sinta sering mengajak Moti untuk bermain dan berjalan-jalan di taman kota. Tidak terlihat wajah sedih tante Sinta beberapa waktu yang lalu. Hingga pada suatu hari, Moti kembali melihat om Roy datang ke rumah tante Sinta. Terlihat mereka berdua sedang berbincang, hingga beberapa waktu kemudian tampak keduanya pergi. Sejak saat itu, Moti tidak melihat tante Sinta lagi. Dari cerita yang didengarnya, Moti mengetahui kalau tante Sinta telah kembali pergi bersama om Roy. Moti sangat bersedihy, tetapi dia tahu kalau sedih yang dia rasakan hanya sesaat dibanding dengan kebahagiaannya melihat tante Santi yang bahagia. Meskipun hanya sebentar, Moti sangat bahagia pernah memberi keceriaan sang tante di saat yang diperlukan.

Meskipun hanya sedikit, berikanlah keceriaan yang terbaik bagi orang-orang disekitarmu..

Label:

Kamis, 12 November 2009

Hanya Untukmu

inikah rasanya
bilaku sedang jatuh cinta
setiap hela nafasku
bahagia...

mengenal hatimu
hadirkan indahnya dunia
kau bawa irama cinta di jiwa

semua yang ku mau
hanyalah dirimu
satu...
kaulah jawaban semua doa
semua yang kurasa
rizkyonline.com
rindu dalam asa
di dekap cinta
hatiku untukmu
ooo..heyy...

haruskah diriku
bertanya pada bintang-bintang
pantaskahku mengharap cintanya
oo..ooo.ooo

semua yang ku mau
hanyalah dirimu
satu...
kaulah pelita
di dalam jiwa
semua yang kurasa
rindu dalam asa
di dekap cinta
hatiku untukmu

hanyalah untukmu




Ten 2 Five - Hanya Untukmu

Label: ,

Minggu, 25 Oktober 2009

Rektorku, Bukan Rektorku

Pemilihan Rektor ITB telah sampai ke tahap lima besar. Penyaringan dari 10 besar hingga ke 5 besar ini banyak mengandung hal-hal ajaib. Sebelumnya ada 10 bakal calon rektor yang merupakan 10 orang terpilih ITB. Pada tahap ini, hampir seluruh bakal calon rektor merupakan yang terbaik di bidangnya dan mempunyai kepemimpinan yang teruji.

Kejaiban terjadi ketika pemilihan lima besar. Lima besar calon potensial rektor yang seharusnya merupakan awal gambaran sebenarnya sosok yang akan menjadi rektor ITB telah menjadi gambaran buruknya kondisi ITB yang sebenarnya. Hal ini bukan karena aku menjadi salah satu tim sukses seorang calon rektor, tetapi ini lah yang aku lihat dari sosok-sosok yang terpilih itu. Masih ada beberapa calon yang seharusnya lebih layak duduk di lima besar itu. Tetapi kemampuan politis telah melenyapkan apa yang namanya "kampanye intelektual". Institusi sebesar ITB telah menjadi ajang perebutan kekuasaan dan janji-janji yang busuk. Ga heran kalo rektor saat ini merupakan sosok yang sangat tidak mewakili keinginan masyarakat ITB.

Semoga rektor yang akan datang akan dapat jauh lebih baik dari yang sekarang, meski proses telah ternoda.

Label:

Minggu, 18 Oktober 2009

Basunjaya

Basunjaya

Bebrapa waktu yang lalu, aku ke tempat salah satu yang menyediakan jasa dalam hal design grafis dan keperluan pengantin untuk pernikahan. Awal mulanya buat nyari souvenir yang lucu-lucu, ternyata ada tempat yang nyediain souvenir lucu-lucu plus berbagai macam keperluan lainnya, tempatnya welcome banget, namanya Basunjaya.

Basunjaya ada di Solo, di daerah Gandekan Tengen. Basunjaya mungkin lebih fokus ke berbagai hal untuk persiapan pernikahan seperti nyediain souvenir, undangan, design grafis (untuk hal-hal lainnya), pesalin pengantin, hand bouquet (karangan bunga), dan yang menarik tempat ini juga sangat 'welcome' untuk berkonsultasi tentang pernikaha. Jadi buat pasangan muda yang mau nikah, mungkin disini tempat yang tepat untuk berkonsultasi (gratis pula). Selain orangnya ramah, tempat ini murah meriah. Karena tempat ini masih baru, jadi masih murah dan bisa ber-nego ria. Tapi meskipun masih baru, udah banyak banget proyek yang dilakuin selama ini. Ni ada kartu namanya, kalo ada yang butuh silahkan langsung menuju ke tempat saja.



Akhirnya, aku pulang dengan membawa pernak-pernik lucu buat temenku.. plus pengalaman baru.
*Kapan ya aku nikah? hahaha..*